Tujuh Hari Untuk Selamanya: Prakata
I thought we were just taking a trip, turns
out we were archiving a thousand small jokes we’ll be repeating for the rest of
our lives!!!! like snow chain?? Twizel??? Orrr 15%???
Ada Trip yang bubar setelah pesawat mendarat.
Ada juga trip yang nggak pernah berhenti berjalan meski koper sudah dibongkar, instastory
sudah hilang, atau foto-video sudah dipindahkan karena memory yang habis itu.
Road Trip New Zealand kemaren termasuk jenis trip yang kedua: a beautiful, endless road trip!
Sejatinya, road trip kami belum
selesai karena tujuh hari yang telah dilakui akan tetap hidup dan berjalan di dalam memori kita selamanya.
Tujuh Hari untuk Selamanya.
Road Trip New Zealand 2 sampai 9 Juli 2026.
Mulai dari Chrischurch, enam orang berbagi keindahan dalam sebuah Toyota Noah yang kami anggap rumah:
Suri, Si Perempuan Tangguh pemilik pin Aggresively
Procrastinator yg memulai ide ini. Kelebihan beliau tahan dengan bau sapi sepanjang
perjalanan Te Anau. Tanpa beliau, trip ini bakal limbung nggak jadi. Cocok jadi
istri pengusaha Batubara. Jago bikini dasi. Hebat!
Ella, Perempuan yang selalu tidur jam 4
pagi. Awalnya dapet score 15% lalu 120% setelah manjat mobil bersihin kaca
mobil yg membeku itu. Semua orang di OZ dan NZ tahu kisah legandaris “Aria,
Ksatria Ngayogyakarta Hadiningrat” dari beliau. Beda hari beda outfit.Care!
Vergi, pria yang sudah berhasil bertahan
dari sering bawa influencer menjadi membawa kami gerombolan bocil random ini. Takut
nulis macem-macem karena saya masih mau dapet grade H1. Lindis Pass Certified!
Jago benerrr! Smart!
Saras,
kalau dibalik bacanya tetap Saras. Bocil kecil imut inisiatif yang berhasil
ubah tongsis jadi deffoger yg hilangin embun kaca mobil itu. Setiap sentuhan
jarinya menjadi foto iconic! Minus agak sedikit annoying aja kadang. Sering manggil
pakde.. Halah!
Nadda, another bocil cute girl yg cantiik
itu. Cerita dan oversharing-nya bikin perjalanan menegangkan jadi podcast seru nggak terlupakan. Orang yang diam-diam udah berhasil bikin perjalanan panjang terasa selesai terlalu cepattt.. dia ngga terlihat sakit habis jatuh. Salut!
Tian, yang punya cita-cita jadi bapak keren
yg deket banget sama keluarga dan anak-anaknya. Pengen nyetirin keluarga
kecilnya road trip kembali ke NZ lg. Nggak bakal nemu deskripsi aneh di sini.
Nulis blog ini biar ngga short term memory loss. Hehe!
====
Kami tiba di Christchurch membawa itinerary yang cukup rapi (baca: generate claude), koper yang bikin tiap hari bermain tetris, dan memori-memori hp yang nggak cukup besar itu.
Setiap seratus meter
berjalan, hp dan kamera kami nggak berhenti mengabadikan pemandangan New
Zealand yang nggak bisa dijelaskan itu.
Rest assured yang kami tangap kamera nggak
ada apa-apanya dengan yang kami liat dan rasakan sendiri. Unreal! Cantik
banget!
Kami berpindah dari satu kota ke kota lain,
mengejar cahaya matahari yang cepat hilang di musim dingin, berhenti di pinggir
jalan hanya karena pemandangannya terlalu indah untuk dilewati, dan tiba-tiba
merasa cemas dan panik Ketika mobil tidak bergerak kena snowstorm!
Perjalanan ini bukan perjalanan yang selalu berjalan sesuai rencana.
Ada rute yang harus diubah, jalan yang ditutup, nyari
penginapan baru, muter-muter nyari snowchain, atau hampir mati di Lindis Pas. Namun,
mungkin justru karena itulah perjalanan ini terasa begitu hidup.
Dari Christchurch menuju Lake Tekapo, Twizel, Twizel, dan Twizel lagiiiiii huft huft!!! lalu akhirnya Wanaka, Te Anau, Milford Sound hingga Queenstown;
saya perlahan menyadari satu hal:
Terkadang, yang membuat sebuah perjalanan berkesan bukan hanya tempat-tempat yang berhasil dikunjungi atau rekening Commbank yang mengering.
Tetapi orang-orang yang duduk bersama kita di dalam mobil dan airbnb, cerita yang dibagikan sepanjang jalan, dan momen-momen sederhana yang tidak pernah masuk ke dalam itinerary.
Dari stranger yang baru kenal di bandara,
kisah kami nggak dimulai dari perasaan awkward, tapi langsung menuju kisah
seru, kagum, panik, kesal, cinta, dan akan menjadi rindu setelah semuanya kembali ke
tempatnya masing-masing mengejar kehidupannya.
Kami hanya memiliki tujuh hari di New Zealand. Namun Tujuh hari ini akan menjadi kenangan indah selamanya!
Inilah perjalanan Kami, dari hari ke-0 sampai terakhir. Post dibagi per hari.
Next part: Tujuh Hari Untuk Selamanya, Day1

Posting Komentar untuk "Tujuh Hari Untuk Selamanya: Prakata"