Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tujuh Hari untuk Selamanya: Day 1 - Beneran sampai New Zealand

 

Pujian Pertama untuk sebuah Selfie.

Selayaknya trip Gen Z pada umumnya, hal pertama yang kami lakukan setelah mendarat di bandara Chistchurch adalah Selfie. Saya, yang tentunya dengan desakan teman-teman, mengambul foto selfie diantara cewek-cewek Melbourne ini.

Cekrek! Cekrek lagi! Dua kali kami ambil selfie bareng-bareng di luar bandara yang berkabut tebal, dingin, dan sepi. Gambaran suasana bandara yang mengingatkan saya akan sesuatu. Tapi apa yaa.  

“Bagus Kak fotonya”! Ucap Nadda mengomentari hasil fotonya. Dia adalah perempuan yang baru saya temui pertama kali beberapa jam lalu sebelum penerbangan. Salah seorang diantara kami celetuk beliau mirip mba Upi, teman seperkuliahan kami lainnya.

Namun, Jujur ucapan itu agak janggal! Baru kali ini foto selfie yang saya ambil dapet pujian seperti ini (translate: minimal tidak langsung dicaci :D).  Saya biasanya diomelin mulu sama rombongan ini karena tidak pernah becus ambil selfie.

Saya dihadapkan diantara dua mixed signals: apakah skill selfie saya beneran sudah meningkat imbas diomelin mulu atau apakah ini basa-basi orang baru saja.

Bisa ditebak endingnya! Nantinya ketika kami saling tukar foto dan footage setelah trip ini selesai, ternyata foto selfie pertama Chrischurch tadi sudah dihapus. Dihapus bahkan sebelum dibagikan ke yang lain. HAHAHA!!

Ini adalah salah tafsir perasaan yang pertama.

 

Kesan pertama Christchurch

 

 

Car Rental yang nampak mencari duit tambahan

 

 

First Stop: Lake Tekapo!

 

Posting Komentar untuk "Tujuh Hari untuk Selamanya: Day 1 - Beneran sampai New Zealand"